
Kebanyakan stres dipicu oleh krisis-krisis yang timbul dari persepsi kita terhadap peristiwa tertentu ; tergantung apakah kita memandang suatu krisis sebagai suatu tantangan atau ancaman, kesempatan atau tiket menuju kehancuran.
Berikut ini beberapa keterampilan yang mudah-mudahan berguna untuk menempatkan krisis pada perspektif (yang tepat) dan tetap bertahan dengan tingkat kerusakan kesehatan emosional paling minim :
- Visualisasikan masa depan dengan cara-cara yang positif, yang menyembuhkan. Bayangkan diri Anda merasa baik kembali dan bahagia. Ketika orang-orang membayangkan diri mereka bertindak dengan cara-cara tertentu, (mereka mengharap) kemungkinan hal-hal tersebut akan meningkat seperti yang diharapkan.
- Belajar rileks secara fisik, karena sangat sulit merasa tegang bila tubuh Anda benar-benar rileks.
- Realistislah ketika Anda menjelaskan situasi pada diri sendiri dan orang lain. Hindari sikap berlebihan atau menggunakan kata-kata emosional seperti "tidak pernah", "selalu" atau "benci".
- Sesekali ambillah waktu khusus, katakan satu hari. Tentukan tujuan yang dapat Anda ukur dan capailah target tersebut dan jangan menuntut terlalu banyak pada diri sendiri.
- Jangan biarkan diri Anda terhenti dalam lingkaran setan mengasihani diri sendiri, tetapi sudilah menerima pertolongan orang lain. Cinta, persahabatan dan hubungan sosial merupakan saran yang kuat untuk mengelola stres.
- Ingat, Anda tidak sendiri. Apa pun yang Anda alami, orang lain telah mengalami dan berhasil mengatasinya. Anda juga bisa seperti mereka.

0 Comments:
Posting Komentar